Medan,

Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Provinsi Sumatera Utara menjadi fasilitator bimbingan teknis (Bimtek) Perpustakaan Sekolah di sub rayon SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan-Kabupaten Deli Serdang.

Ketua IPI Sumut diwakili Sekretaris IPI, Muhammad Arifin, MPd mengatakan, perpustakaan sekolah banyak luput dari perhatian. Makanya, melalui diskusi dengan Kepala SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan, Kasni, MPd. Akhirnya terselenggara Bimtek Perpustakaan Sekolah sub rayon SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan.

Bimtek ini dilakukan di antaranya mengembangkan perpustakaan sekolah dengan pelayanan digital. Tujuan agar siswa mendapat pelayanan prima dan dipermudah untuk meminjam buku dan membaca buku di perpustakaan.

Untuk lancer acaranya, akhirnya pengurus IPI yang juga Ketua Prodi S1 Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) USU, Ishak, SS, MHum menjadi narasumber dibantu dua mahasiswanya.

Bimtek dibuka Kepala SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan diwakili Wakil Kepala Sekolah Bidang Ketenagaan, Evi Ramadani, SS dan dihadiri sekolah sub rayon seperti SMK PAB 6 Medan Estate, SMK Tunas Karya, SMK Bandung, dan lainnya.

Ishak, SS, MHum mengatakan ada syarat minimal perpustakaan sekolah yang baik yakni dilengkapi komputer di ruangan. Satu untuk akses pengguna dan satu lagi untuk entri data oleh pustakawan. Selama ini siswa datang ke perpustakaan disibukkan dengan mengisi data. Padahal, waktu istrirahat Cuma sebentar sekira 15 menit. Maka, tidak heran banyak siswa yang berkunjung ke kantin dan memilih main gadget.

“Satu komputer yang ditempatkan di ruang perpustakaan adalah untuk akses pengguna. Supaya siswa mengetahui koleksi buku yang dimiliki perpustakaan,” katanya.

Dia menambahkan, nantinya koleksi yang dimiliki perpustakaan, tidak hanya koleksi cetak saja. Tetapi, koleksi elektronik yang didata. Foto-foto dan video. Sistem yang digunakan tidak hanya untuk cetak, tetapi bentuk digital.

Syarat lain untuk otomasi yakni punya data base koleksi dan semua anggotga siswa ada di data. Peminjaman tidak lagi menggunakan catatan tetapi entri dan terekam. Hal ini sangat memudahkan data peminjam. Sekolah pun bisa member hadiah kepada siswa yang rajin membaca buku dan buku apa yang dibanyak siswa. “Semua koleksi yang dimiliki nantinya bisa dibangun dan didata dengan sistem. Buku-buku yang dimiliki, berapa jumlahnya, berapa judul dan tahun terbitan. Semua ini nantinya butuh keseriusan pustakawan sekolah didukung pihak sekolah,” katanya Ishak yang dalam pelatihan memberikan modul dan sistem.

Dia menyarankan, di perpustakaan sekolah hindari buku-buku paket karena memang buku tersebut sudah menjadi pegangan siswa. Sebaiknya di perpustakaan sekolah perbanyak buku-buku penunjang. “Anak-anak sudah jenuh sekali kalau buku paket dijadikan koleksi di perpustakaan sekolah. Sebaiknya perbanya buku fiksi atau buku cerita,” katanya.

Evi Ramadhani mengatakan pengembangan perpustakaan sekolah menjadi prioritas kepala sekolah ke depan. Apalagi, tempat sudah layak dan koleksinya sudah banyak. Tinggal pembenahan saja. “Sekarang agar pembenahan berjalan dengan baik kita menggandeng pihak kampus yakni S1 Ilmu Perpustakaan USU dan ke depan ditargetkan perpustakaan SMKN 1 Percut Sei Tuan menjadi contoh bagi perpustakaan sekolah lain,” katanya.

Bimtek kali ini tidak hanya diikuti tim dari SMK N 1 PS Tuan, tetapi sekolah sub rayon sehingga semua sekolah di sekitar SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan sama-sama berkembang dalam mengelola perpustakaan sekolah.