Medan,(IPI Sumut)

Seminar Perpustakaan di Era Digital; Peluang dan Tantangan berlangsung sukses. Peserta melebihi target dan aktif mengikuti kegiatan hingga akhir.

Acara dibuka Dekan FIB diwakili Wakil Dekan III, Prof. Dr. Ikhwanuddin Nasution, M.Si. Turut memberikan sambutan Kadis Perpustakaan dan Arsip Sumut, Ferlin H Nainggolan, Manager CSR PT Inalum, Susyam Widodo, Ketua Prodi S1 Ilmu Perpustakaan FIB USU, Ishak, SS, MHum, Ketua IPI Provinsi Sumut, Achmad Deni, MSi.

Ketua Dewan Perpustakaan Sumut, Prof Dr Hasim Purba kepada wartawan mengatakan, setiap sekolah baik negeri maupun swasta wajib menyediakan anggaran 5 persen untuk perpustakaan sesuai dengan Undang-Undang No 43 tahun 2007 Tentang Perpustakaan. Dengan ikutnya kepala sekolah dan pustakawan sekolah diharapkan perpustakaan sekolah di era digital semakin baik.

Dia juga menyampaikan tentang peran Dewan Perpustakaan Sumatera Utara yang baru dibentuk tetapi kiprahnya sudah banyak dengan memberikan masukan kepada pemerintah agar pelayanan perpustakaan di kabupaten/kota ke depan lebih baik lagi.

Ketua Prodi S1 Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) USU, Ishak,SS, MHum mengatakan, dua kompetensi yang wajib di era digital saat ini meliputi kompetensi perpustakaan dan kompetensi pustakawan. Kompetensi perpustakaan yakni perlunya penyediaan infrastruktur, isi, sumber daya manusia dan penggunanya. Pustakawan harus mengetahui siapa pengguna perpustakaan. “Jangan nanti sudah ada infrastruktur yang baik, salah sasaran atau tidak tepat,” katanya.

Sedangkan kompetensi pustakawan, harus mengetahui tentang manajemen informasi perpustakaan, seperti manajemen, manajemen kolektif, dan teknologi informasi. Semua perkembangan harus tahu seperti software

Selain itu, harus memiliki komunikasi personal dan skill manajemen. Pasalnya, tren pemustaka saat ini, memiliki kehidupan periode yang berbeda, lahir dan tumbuh di era internet, tidak lepas dari teknologi baru dan berharap informasi instan dan berharap format digital.

Ketua Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Provinsi Sumatera Utara, Achmad Deni, SE, MSi mengatakan, bekerja di perpustakaan adalah sesuatu yang patut disyukuri karena pustakawan merupakan orang yang memiliki banyak ilmu dan wawasan, tetapi dalam menjalankan aktivitas perlu adanya keterampilan tambahan seperti komunikasi dan benar-benar ikhlas dalam menjalankan pekerjaan.

Seminar perpustakaan di era digital mendapat apresiasi positif dari masyarakat Sumut akan ditindaklanjuti dalam bentuk workshop perpustakaan ke sekolah-sekolah maupun menggandeng perguruan tinggi.

Dekan FIB USU diwakili Wakil Dekan III Prof. Dr. Ikhwanuddin Nasution, M.Si. Dia mengatakan kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) diperlukan adanya sertifikat pendamping. Seperti seminar ini, maka mahasiswa mendapat ilmu dan ilmu tersebut ditandai dengan adanya sertifikat kepersertaan. Begitu juga ketika mahasiswa melakukan magang di sejumlah instansi mengelola perpustakaan maka sertifikat juga diperlukan.

Sebelumnya dilakukan penandatangan MoA antara IPI Provinsi Sumut dengan Prodi S1 Ilmu Perpustakaan FIB USU, dan Prodi D3 Perpustakaan FIB USU yang ditandangani oleh Ishak, SS, MHum (Ketua Prodi S1 Ilmu Perpustakaan USU) dan Ketua Prodi D3 Perpustakaan FIB USU.